Peninggalan Islam di Indonesia
Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar
umat Muslim di dunia. Data Sensus
Penduduk 2010 menunjukkan
ada sekitar 87,18% atau 207 juta jiwa dari total 238 juta jiwa penduduk
beragama Islam. Walau Islam menjadi mayoritas,
namun Indonesia bukanlah
negara yang berasaskan Islam.
Selain itu pula terdapat beberapa
peninggalan islam terdahulu. Ditemukan beberapa peninggalan islam di indonesia
diantaranya:
- Batu nisan yang bertuliskan nama
Sultan Malik Al-Saleh. Nisan ini bertuliskan juga tahun 1297 Masehi. Seperti
yang kita ketahui bahwa Sultan Malik Al-Saleh merupakan Raja pertama dari
kerajaan Samodera Pasai.
- Makam dari raja Maulana Malik Ibrahim
yang terdapat di Gresik
- Makam dari raja-raja Gowa–Tallo yang
terdapat di Makassar
- Catatan seorang pengelana yang bersal
dari Venesia, yaitu Marco Polo, catatan tersebut bertuliskan penduduk Perlak
sudah memeluk islam pada tahun 1292 Masehi.
- Catatan dari sorang musafir yang
berasal dari Tunisia bernama Ibnu Batutah. Catatan tersebut berisi agama islam
berkembang di Pasai.
- Masjid dibuat untuk tempat ibadah
sekaligus center kegiatan keagamaan umat islam, masjid-masjid peninggalan
kerajaan islam antara lain:
- Masjid Agung Demak, masjid ini adalah peninggalan
dari sebuah kerajaan demak yang didirikan oleh Walisanga.
- Masjid Baiturrahman, masjid ini adalah masjid
peninggalan dari kerajaan Aceh yang dibangun sekitar tahun 1879 Masehing
dan selesai pembangunna pada tahun 1881 Masehi.
- Masjid Agung Banten, masjid ini merupakan peninggalan
dari kerajaan Banten yng dibangun oleh
Sultan Ageng
Tirtayasa.
Masjid Agung Kudus yang dibangun oleh Sunan
Kudus.
- Keraton
dibangun sebagai tempat tinggal raja dan ratu beserta keluarganya, keraton juga
dibuat untuk pusat kegiatan yang berhubungan dengan kerajaan. Berikut beberapa
keratong peninggalan islam di Indonesia:
- Keraton kasunanan
Surakarta yang berada Surakarta profinsi Jawa Tengah.
- Kasultanaan Jogjakarta
yang berada di D.I Yogyakarta
- Kasepuhan dan Kanoman
Cirebon yang berada di kota cirebon profinsi Jawa Barat
- Kasultanan Ternate yang
berada di Ternate, Maluku Utara.
- Kasultanan Deli yang
berada di Sumatra Utara.
- Seni Ukir yang
merupakan kesenian berupa gambar dan lukisan yang dilakukan diatas kayu, logam
dan batu untuk menghasilkan sebuah karya. Peninggalan kerajaan islam yang
berbentuk seni ukir diantaranya:
- Seni ukir yang ada di
Masjid Mantingan Kota Jepara
- Ukiran pada mam di Madura
- Ukiran kayu di kota
Cirebon
- Ukiran yang terdapat di
gapura Sunan Pandanaran, kota Klaten.
- Ukiran pada gapura makam
Sendang Dhuwur di Tuban,
- Aksara, aksara
merupakan rangkaian huruf-huruf yang dipakai sebagian besar orang pada saat itu
untuk berkomunikasi, aksara yang ada pada saat itu antara lain:
- Aksara Jawi atau aksara
Arab Melayu, merupakan aksara Arab yang terdapat di Sumatra dan Semenanjung
Malaka.
- Aksara Pegon merupakan
aksara Arab yang ditulis dalam bahasa Sunda dan Jawa.
- Aksara Arab gundul
merupakan aksara Arab yang tidak disertai baris serta harakat.
Selain itu ada
peninggalan berupa kaligrafi, seni pertunjukan, tradisi dan budaya, seperti:
tari saman, tari zapin,, rebana, qasidah. Upacara adat. Adapula yaitu hikayat,
syair, suluk, babad, serta kitab-kitab yang berisi moral, seperti kitab yang
ditulis oleh Bukhari al Jauhari.

Setelah menjelaskan mengenai
peninggalan islam di Indonesia, kami akan menjelaskan hal lain yang masih ada
kaitannya dengan agama islam. Dalam agama islam sendiri terdapat bangunan
masjid yang biasa kita gunakan sebagai tempat ibadah. Nah, apabila kita
memasuki sebuah masjid, pastilah pandangan kita tidak luput dari perlengkapan
masjid. Perlengkapan masjid sendiri terdapat beberapa macam. Salah satunya jam
digital masjid. Jam digital masjid saat ini memang sedang banyak yang mencari.
Kami juga memiliki produk jam digital masjid sendiri. Produk Smart Techno sudah
terbukti dan terpercaya. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut
mengenai aplikasi jam digital masjid kami dapat mengunjungi website kami di www.jadwaldigital.com
Sumber::
Komentar
Posting Komentar